Perbandingan dengan menara-menara lainnya di dunia:

1. Jakarta Tower (558m) Jakarta, Indonesia
2. Canadian National Tower (553m) Toronto, Kanada
3. Menara Ostankino (540m) Moskow, Rusia
4. Oriental Pearl Tower (468m) Shanghai, Cina
5. Petronas Tower (452m) Kuala Lumpur, Malaysia

Wah, Malaysia kalah jauh ya ..


Menara yg harganya Rp.3 Trilyun ini dijadwalkan bakal selesai pembangunannya pada tahun 2012, …

Menara Jakarta ini lagi dibangun di atas lahan seluas 5.3 Hektar di Kemayoran, Jakarta ni…
Di lengkapi dengan tempat parkir seluas 144.000 m2, cukup untuk 20,000+ mobil….

5 Konglomerat yang nyediain dana proyek:

35% = Prajogo Pangestu (PT. Tri Polyta Indonesia)
20% = Abraham Alex Tanuseputra (PT Charana)
15% = Jakob Oetama (Kompas-Gramedia)
15% = Sohat Chairil (PT Pasir Putih)
15% = Harun Sebastian (PT Inti Multijaya)

Developer: Steven Tan Lip Goen (PT. Prasada Japa Pamudja)


Para pekerja yang berani membangun gedung pencakar langit itu nyalinya besar-besar juga ya
Sejarah dan pembangunan saat ini
Menara Jakarta merupakan proyek besar yang dimulai pada masa pemerintahan Presiden Soeharto yang digagas sejak tahun 1995. Menara ini dimaksudkan untuk menjadi salah satu gedung tertinggi di dunia...
Sayembara desain (1996-1997)
Pembangunan menara itu pada awalnya dikembangkan oleh trio usahawan besar, yakni Sudwikatmono, Prajogo Pangestu, dan Henry Pribadi, melalui PT Indocitra Graha Bawana. Biayanya diperkirakan sekitar 400 juta dollar AS (waktu itu masih sekitar Rp 900 miliar).

Semula, Menara Jakarta akan dibangun di area Kuningan, tetapi Soerjadi Soedirdja, Gubernur DKI Jakarta waktu itu, tidak setuju, dan mengusulkan untuk membangunnya di daerah Kemayoran yang pertumbuhannya masih sulit.

Perusahaan-perusahaan desain arsitektur kaliber internasional diundang berpartisipasi dalam sebuah sayembara desain arsitektur untuk gedung tersebut. Ketentuan sayembara tersebut adalah bahwa gedung tersebut harus mengandung lambang Trilogi Pembangunan, Pancasila, dan 17 Agustus (hari kemerdekaan Republik Indonesia). Desain dan maket menara itu diperlihatkan kepada Mensesneg (waktu itu) Moerdiono selaku Ketua Badan Pengelola dan Pengembangan Bandar Baru Kemayoran di Sekretariat Negara.

Pada tahun 1996, Sayembara tersebut dimenangkan oleh Murphi/Iohn dari Amerika Serikat. Hanya saja, karena desain ini terlalu mahal untuk dikembangkan, maka pemerintah memilih desain dari pemenang kedua yakni East Chine Architecture Design & Research Institute (ECADI), yang juga membangun Shanghai Oriental Pearl Tower di China. Desain ECADI ini dipilih karena para juri menganggap desainnya sederhana dan masih bernuansa Asia.

Peresmian pembangunan dilakukan pada tahun 1997 oleh Gubernur Jakarta Soerjadi Soedirdja dan Mensesneg Moerdiono setelah disetujui oleh Presiden Soeharto di Bina Graha, Jakarta. Presiden Soeharto mengusulkan agar nama Menara Jakarta diganti menjadi Menara Trilogi.

Pembangunan Menara Trilogi mulai dilaksanakan tahun 1997. Karena anggaran membesar, pengembang mulai mencari suntikan dana dari investor asing. Total dana yang dibutuhkan menjadi sekitar 560 juta dollar AS (waktu itu sekitar Rp 1,2 triliun). Pihak asing ditargetkan memiliki sebagian saham dan sebagian lagi dimiliki pengembang dalam