Arkeolog Temukan Kota Berusia 3.500 Tahun di mesir lagi..
beritanya :

-Mesir terus menjadi tempat penelitian untuk menyusun pandangan-pandangan baru mengenai peradaban yang hilang dengan ditemukannya sebuah kota kuno yang terkubur.

Seperti dikutip Radio Australia, Senin (21/6), para arkeologis Austria menemukan apa yang mereka yakini sebagai Avaris, ibukota yang digunakan oleh orang Hyksos yang memerintah 3.600 tahun lalu.

Kementrian Kebudayaan Mesir mengatakan, sebuah misi ahli Austria melakukan survai geofisika di kawasan yang memungkinkan mereka mengidentifikasi bagian-bagian kota Avaris di Delta Sungai Nil di dekat kota moderen Tal al-Dabaa, timur laut Kairo

Peta-peta radar menunjukkan gambaran utuh sebuah kota lengkap dengan jalan-jalan, rumah dan perkuburan, salah satu dari anak sungai Nil yang dulunya mengaliri kota itu, serta dua pulau.

Hyksos adalah orang Asiatik yang menginvasi Mesir sekitar 1569 sebelum Masehi dan berkuasa lebih dari satu abad, dengan pusat pemerintahan di ibukota yang berada di delta sungai Nil itu.

Ketika Mesir kembali berkuasa, mereka menghancurkan semua monumen dan catatan tentang dan kota ini terkubur akibat banjir di Delta Sungai Nil..

kota berusia 3.500 tahun yang selama ini terkubur di bawah tanah ditemukan di wilayah timur laut delta Sungai Nil, Mesir. Sekelompok arkeolog dari Austria yang menemukannya.

Kota itu kemungkinan bernama Avaris, kota orang Hyksos yang menginvasi dan memerintah Mesir dari 1664 SM hingga 1569 SM. Demikian dikatakan Menteri Kebudayaan Mesir, Farouk Hosni, yang dikutip dari laman Xinhua.

Avaris (Bahasa Mesir: ħ.t wʕr.t, Hatwaret, bahasa Yunani: αυαρις, Auaris), terletak di Tell el-Dab’a modern di wilayah timur laut Delta Sungai Nil, adalah ibukota administratif dinasti ke-12 dan ke-13 Mesir, dan ibukota dinasti Hyksos. Kota ini dibangun diatas reruntuhan kota Rowarty yang dtelah direbut Hyksos. Setelah pendudukan, Hyksos mempertahankan kota ini dan menguasai negara dengan teknologi baru, secara spesifik chariot yang belum pernah terlihat sebelumnya di Mesir Kuno. Nantinya Avaris menjadi pemukiman Pi-Ramesses.

Pi-Ramesses sendiri adalah sebuah kota perbekalan untuk peperangan. Yang di dalam Alkitab disebut kota Pitom dan Raamses. Pemerintah Firaun sendiri mengangkat orang-orang Israel menjadi budak untuk membangunnya..

Sementara itu, Zahi Hawaas, arkeolog dan Sekretaris Jenderal Supreme Council of Antiquities (SCA) mengatakan pencitraan radar menunjukkan adanya alur jalan, perumahan, dan kuil-kuil di kota itu. Radar juga mencitrakan gambaran menyeluruh tentang tata letak kota.

Irene Mueller, Ketua Tim Arkeolog Austria, menambahkan bahwa satu anak sungai dari Sungai Nil yang melintasi kota terkubur tersebut juga telah ditemukan.